Strategi Xiaomi Berkeinginan Juara di Tanah Amerika Serikat

Sebagaimana yang kita tahu, Xiaomi adalah perusahaan asal China yang hanya menjual produk smartphone di kalangan India, Asia Tenggara dan sejumlah negara Eropa, termasuk Spanyol. Sejak berdiri, Xiaomi belum pernah menjual smartphone mereka secara resmi di Amerika Serikat.

Laporan terbaru dari WSJ (5/3), Xiaomi melalui CEO Lei Jun mengungkapkan bahwa di akhir 2018 atau selambat-lambatnya awal 2019, pihaknya akan mulai menjual smartphone di AS.

Mengapa baru sekarang?

Salah satu alasan mengapa Xiaomi tidak menjual smartphone di AS adalah tingginya tingkat penetrasi smartphone di sana. Tidak hanya itu, Xiaomi di tahun 2015 lalu juga mengungkapkan bahwa masalah paten juga berpengaruh. Yang mana Xiaomi tidak memiliki banyak paten sendiri dan subsidi operator.

Di Amerika Serikat, sebagian besar pembelian smartphone terikat dengan rencana yang spesifik dan operator telekomunikasi tertentu.

Operator telekomunikasi mensubsidi harga smartphone dengan imbalan kontrak layanan multi-tahun dari pelanggan. Misalnya seseorang membeli iPhone 8 di New York, maka dia akan mendapatkan perangkat tersebut dengan sangat murah. Mungkin hanya USD 300 (misalnya). Selama dia juga mendaftar untuk dua tahun layanan mobile dengan salah satu operator nirkabel iPhone.

Nah, hal tersebut kontras dengan sebagain besar pasar di Asia, yang mana smartphone biasanya dijual terpisah dari operator telekomunikasi. Jika seseorang membeli iPhone 8 di China, dia harus mengeluarkan uang lebih dari USD 800. Dan hal tersebut merupakan jawaban mengapa handset low-cost seperti Xiaomi sukses di pasar Asia.

Prevalensi subsidi operator di AS inilah yang membuat Xiaomi harus berpikir dua kali. Tanpa harga yang a’menggoda’, Amerika kemungkinan akan menjadi pasar yang sulit untuk Xiaomi.

Nah, kali ini Xiaomi akan melakukan kerjasama dengan setidaknya satu operator besar di Amerika Serikat. Sesuatu yang tidak mudah sama sekali karena masalah keamanan nasional diajukan setelah usaha Huawei menjual flagship mereka melalui AS&T dan Verizon.

Strategi dengan bekerja sama dengan operator besar di AS bisa menjadi langkah yang menarik apabila Xiaomi mampu survive di sana. Dengan harga yang kompetitif, spesifikasi yang kita sudah tahu bahwa Xiaomi selalu menawarkan ‘yang lebih’, bukan tidak mungkin perusahaan yang dipimpin oleh Lei Jun ini bakal sukses menjajah pasar smartphone AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *